Niat Qadha Puasa Ramadhan dan Tata Caranya

Posted on

Niat Qadha Puasa Ramadhan dan Tata Caranya – Bulan Ramadhan merupakan bulan suci bagi umat Islam. Di bulan ini kita wajib menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Namun, beberapa orang ada yang tidak bisa melaksanakan ibadah puasa, seperti wanita yang sedang haid dan lainnya. Maka kita harus menggantinya di kemudian hari. Nah, untuk anda yang akan mengqadha puasa Ramadhan, berikut ini bacaan niat qadha puasa ramadhan beserta latin dan artinya.

Niat Qadha Puasa Ramadhan, Latin dan Artinya

Seseorang yang mempunyai hutang puasa ramadhan maka wajib untuk menggantinya. Kita wajib mengganti puasa sesuai dengan hari yang sudah ditentukan. Untuk anda yang akan mengganti puasa Ramadhan, anda harus memahami niat dan cara mengqadha puasa dengan benar. Membaca niat qadha puasa ramadhan wajib saat malam hari. Berikut ini bacaan niat qadha puasa Ramadhan beserta latin dan artinya.

Niat Qadha Puasa Ramadhan

Waktu Pelaksanaan

Qadha puasa Ramadhan bisa dilakukan kapan saja. Perlu diketahui, jika mendahulukan puasa sunah daripada puasa qadha hukumnya adalah makruh. Misalkan puasa senin dan kamis, Ayyamul Bidh, Syawal dan lainnya.

Ada beberapa pendapat tentang cara qadha puasa ramadhan secara berurutan atau tidak. Anda bisa melihatnya dari beberapa pendapat berikut ini.

Pendapat pertama. Puasa qadha harus dilakukan dengan berurutan, sebab puasa yang ditinggalkan pun berurutan. Akan tetapi, belum ada hadits shahih mengenai pendapat ini.

Pendapat kedua. Pelaksanaan qadha puasa tidak harus selalu berurutan. Tidak terdapat satupun dalil menyatakan puasa qadha harus dilakukan dengan berurutan.

Jumlah Puasa Qadha Ramadhan

Wajib mengganti puasa sebanyak puasa yang kita tinggalkan. Jika seorang muslim tidak puasa selama 7 hari, maka wajib diganti dengan jumlah yang sama yaitu 7 hari. Jika lupa berapa jumlah puasa yang ditinggalkan, maka bisa diambil jalan tengahnya, yaitu dengan menentukan hari yang paling maksimum. Misalkan, apabila seseorang lupa apakah jumlah puasa yang ditinggal 6 atau 7 hari, maka alangkah lebih baik jika memilih hari ketujuh. Lebih baik lebih daripada kurang.

Baca juga : Niat Buka Puasa Ramadhan dan Artinya

Cara Qadha Puasa Untuk Orang yang Menjalankannya

Berikut ini cara mengqadha puasa untuk golongan orang yang menjalankannya.

Ibu Hamil dan Menyusui

Cara mengqadha puasa bagi ibu hamil maupun menyusui ada ketentuannya. Jika ibu hamil atau ibu menyusui tidak mampu menjalankan puasa, Allah memberikan keringanan untuk tidak menjalankan puasa, dan diganti pada hari lainnya.

Adapun golongan orang yang tidak diperbolehkan puasa yaitu wanita yang sedang haid atau dalam masa nifas. Namun, tetap harus diganti pada kemudian hari.

Orang Sakit

Orang sakit yang diizinkan untuk tidak berpuasa yaitu apabila menjalankan puasa maka kondisinya akan semakin parah. Walaupun tidak berpuasa, namun tetap harus dibayar di kemudian hari.

Musafir

Jika seseorang sedang perjalanan jauh saat berpuasa, apabila kondisinya menyulitkan dan berat maka diizinkan tidak berpuasa. Namun, tetap harus mengganti puasa di kemudian hari.

Lansia

Orang tua yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa diberikan kelonggaran tidak berpuasa. Untuk gantinya, diwajibkan membayar fidyah, yaitu memberikan makan kepada fakir miskin setiap orang tersebut tidak menjalankan puasa. Ukuran satu fidyah yaitu setengah sho’, gandum atau kurma, atau beras 1,5 kg beras.

Itulah bacaan niat qadha puasa Ramadhan beserta latin dan artinya serta tata cara melaksanakannya. Semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *