Niat Puasa Syawal 6 Hari dan Tata Cara Pelaksanaan Puasa Syawal

Posted on

Niat Puasa Syawal – Puasa Syawal 6 hari hukumnya sunnah. Seperti yang kita ketahui, sunnah jika dikerjakan akan mendapatkan pahala dan jika ditinggalkan tidak akan berdosa. Puasa sunnah syawal 6 hari pahalanya sangat besar, sehingga sangat disayangkan jika kita tidak melakukannya.

Puasa Syawal itu sendiri dikerjakan setelah hari raya Idul Fitri selama 6 hari yakni pada tanggal 2, 3, 4, 5, 6 dan 7 syawal. Namun jika ditanggal tersebut anda belum sempat untuk menjalankan puasa, anda bisa melakukan puasa syawal selama 6 hari di tanggal atau hari lainnya yang terpenting masih di bulan Syawal.

Niat Puasa Syawal 6 Hari

Berikut ini niat puasa syawal 6 hari beserta bahasa latin dan artinya.

niat puasa syawal

Tata Cara Pelaksanaan Puasa Syawal

  • Waktu menjalankan puasa syawal yaitu 6 hari setelah lebaran.
  • Puasa syawal lebih utama dilaksanakan setelah sehari Idul Fitri. Namun tidak apa-apa jika diakhirkan yang terpenting masih di bulan Syawal.
  • Lebih utama jika puasa syawal dilakukan berurutan, namun tidak apa-apa  jika dilakukan tidak berurutan.
  • Usahakan untuk melakukan qodho puasa terlebih dahulu supaya mendapatkan ganjaran puasa syawal yakni puasa selama satu tahun penuh.
  • Puasa syawal boleh dilakukan pada hari Jum’at atau Sabtu. ( Baca juga : Doa Keluarga)

Pahala Puasa Syawal

Orang yang melakukan satu kebaikan akan mendapatkan sepuluh kebaikan yang sama. Puasa Ramadhan yang kita lakukan selama sebulan penuh berarti akan sama dengan menjalankan puasa selama 10 bulan.  Puasa syawal dilakukan selama 6 hari berarti sama dengan 60 hari puasa atau 2 bulan. Sehingga seseorang yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan kemudian melanjutkan dengan menjalankan puasa syawal akan mendapatkan ganjaran seperti puasa selama satu tahun penuh.

Hikmah Puasa Syawal

  • Puasa syawal menjadi penggenap puasa setahun.
  • Puasa syawal adalah penyempurna puasa wajib. Seperti sholat sunnah rawatib yang fungsinya sebagai pelengkap dari kekurangan. Pada hari kiamat nanti perbuatan fardhu akan dilengkapi atau disempurnakan dengan perbuatan yang sunnah. Puasa fardhu yang dilakukan oleh umat Islam memiliki ketidaksempurnaan, sehingga membutuhkan sesuatu untuk menyempurnakannya.
  • Membiasakan melakukan puasa setelah Ramadhan maka tandanya diterimanya puasa Ramadhan, sebab jika Allah SWT menerima amal dari hambanya maka Ia akan menolongnya dengan meningkatkan perbuatan baik setelahnya.
  • Orang yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan akan mendapatkan pahala di hari Raya Idul Fitri. Melakukan kebiasaan puasa setelah Idul Fitri bisa menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan ini. Tidak ada nikmat yang lebih agung selain dari dosa yang diampuni. Berpuasa setelah Ramadhan menjadi sebagian dari rasa syukur seorang hamba atas ampunan yang telah Allah anugerahkan padanya.
  • Diantara manfaat menjalankan puasa 6 hari di bulan Syawal yaitu amalan yang dikerjakan oleh seorang umat dalam mendekatkan diri pada Allah di bulan Ramadhan tidak akan terputus meskipun bulan mulia sudah berlalu. Orang yang menjalankan puasa setelah Ramadhan seperti orang yang cepat kembali dari pelariannya. Tidak sedikit orang yang berbahagia dengan berlalunya bulan Ramadhan. Siapa yang merasakan hal demikian maka akan menjadi sulit untuknya kembali melaksanakan puasa. Orang yang segera kembali berpuasa setelah Idul Fitri adalah bukti rasa citanya terhadap puasa, ia tidak pernah merasa berat. ( Artikel lainnya : Doa Meminta Ampunan Dosa dan Kesalahan yang Telah Diperbuat )

Itulah niat puasa syawal 6 hari beserta tata cara pelaksanaan puasa syawal, pahala dan hikmahnya. Semoga bermanfaat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *