Niat Puasa Nazar Beserta Ketentuan dan Waktu Melaksanakannya

Posted on

Niat Puasa Nazar Beserta Ketentuan dan Waktu Melaksanakannya – Puasa bagi umat Islam artinya yaitu menahan diri untuk tidak makan minum dan segala perbuatan yang dapat membatalkan puasa, dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Ibadah puasa itu sendiri ada yang hukumnya wajib dan ada yang hukumnya sunnah.

Nah, apakah anda pernah mendengar tentang puasa nazar? ‘Nazar’ itu sendiri artinya janji. Dalam Islam, nazar memiliki arti sanggup atau berjanji untuk melaksanakan ibadah yang aslinya tidak wajib, akan tetapi seseorang mewajibkan untuk melaksanakan ibadah tersebut. Apabila janji dilanggar maka harus membayar kafarat. Nazar tidak akan sah jika menjanjikan hal yang wajib, mubah apalagi haram.

Ketentuan Puasa Nazar

Selain ibadah puasa Ramadhan, ada puasa wajib lainnya yang harus dilaksanakan, yaitu puasa nazar. Siapa saja yang sudah bernazar untuk menjalankan puasa, maka ia harus melaksanakan puasa itu. Apabila tidak dilaksanakan maka akan berdosa. Puasa yang dapat dinazari yakni puasa sunnah, misalkan puasa Dawud, puasa Senin-Kamis, puasa Ayyamul Bidh dan lain sebagainya. Karena sudah dilatarbelakangi dengan nazar, maka puasa sunnah tersebut hukumnya menjadi wajib.

Contohnya, ketika seseorang yang melaksanakan ujian sekolah, kemudian ia bernazar untuk melaksanakan puasa Dawud selama 1 bulan jika ujiannya lulus. Jika ia lulus ujian, maka janjinya tersebut wajib dipenuhi.

Apabila seseorang bernazar untuk melaksanakan puasa, namun tidak menyebutkan puasa yang dituju entah itu Senin Kamis, Daud atau puasa sunnah lainnya, maka ia wajib melaksanakan puasa 1 hari saja.

Sedangkan jika seseorang bernazar untuk melaksanakan puasa selama beberapa hari, namun tidak menyebutkan berapa hari, maka wajib melaksanakan puasa selama 3 hari.

Kapan Waktu Puasa Nazar?

Waktu puasa nazar itu sendiri disesuaikan waktu puasa terkait. Apabila seseorang bernazar untuk puasa Senin Kamis, maka puasa tersebut harus dilakukan pada hari Senin dan Kamis. Apabila ia bernazar untuk melaksanakan puasa sunnah Tarwiyah, maka puasa tersebut harus dilakukan tanggal 8 Dzulhijjah. 

Sedangkan untuk waktu puasa, dilaksanakan seperti puasa pada umumnya yakni mulai dari terbit matahari hingga terbenam matahari. Selama puasa harus menghindari hal-hal yang dapat membatalkan puasa.

Niat Puasa Nazar

Walaupun puasa nazar awalnya puasa sunnah, namun menjadi wajib karena sudah dinazari. Mayoritas ulama berpendapat, niatnya juga sebagaimana puasa wajib. Harus dilaksanakan saat malam hari dari matahari terbenam hingga terbit fajar. Berikut ini niat puasa nazar beserta latin dan artinya.

Niat Puasa Nazar

Bagaimana Jika Tidak Mampu Melaksanakan Puasa Nazar?

Seseorang yang sudah bernazar melaksanakan puasa sunnah, maka wajib untuk melaksanakan puasa tersebut. Namun, apabila ia tidak mampu melaksanakannya, maka harus membayar kafarat seperti yang telah dijelaskan pada QS. Al-Ma’idah (5):89.

Menurut ayat tersebut, seseorang yang nazarnya dilanggar akan diberikan 3 alternatif saat tidak mampu melaksanakan nazar yang ia ucapkan sebelumnya, seperti berikut ini:

  • Harus memerdekakan satu budak perempuan beriman.
  • Memberikan makan 10 orang miskin. Masing-masing jatahnya satu mud atau ¾ liter.
  • Memberikan pakaian pada 10 orang miskin. Masing-masing diberikan 1 pakaian, baik celana, baju atau jilbab untuk perempuan.

Akan tetapi, apabila salah satu dari ketiga alternatif tersebut tidak bisa dilakukan, kafaratnya yaitu melaksanakan puasa 3 hari berturut-turut dengan tujuan dan niat untuk menggugurkan sumpah atau nazar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *