Doa Shalat Dhuha Sesuai Dengan Hadist Shahih Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam

Posted on

Selain shalat wajib 5 waktu, Panutan kita hingga akhir zaman juga mengajarkan shalat-shalat lain yang bersifat sunnah. Seperti yang anda ketahui ibadah sunnah dalam agama islam berarti jika dikerjakan mendapat pahala, jika tidak dikerjakan pun tidak mengapa.

Maka shalat sunnah adalah jenis ibadah yang bisa kita lakukan untuk mengejar pahala dan ridha Allah subhanahu wa ta’ala sebanyak dan semaksimal mungkin. Shalat sunnah ada pada umumnya dikerjakan sesuai dengan aturan waktu yang telah ditentukan. Salah satu shalat sunnah yang paling banyak dikenal adalah shalat dhuha.

Hal tersebut disebabkan karena sahalat dhuha memiliki banyak keistimewan sehingga tidak sedikit dari kita yang menyempatkan waktu untuk melakukan shalat sunnah tersebut. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam pun menjelaskan tentang keutamaan shalat dhuha yang termaktub dalam hadist berikut:

أَبِى بُرَيْدَةَ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « فِى الإِنْسَانِ سِتُّونَ وَثَلاَثُمِائَةِ مَفْصِلٍ فَعَلَيْهِ أَنْ يَتَصَدَّقَ عَنْ كُلِّ مَفْصِلٍ مِنْهَا صَدَقَةً ». قَالُوا فَمَنِ الَّذِى يُطِيقُ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « النُّخَاعَةُ فِى الْمَسْجِدِ تَدْفِنُهَا أَوِ الشَّىْءُ تُنَحِّيهِ عَنِ الطَّرِيقِ فَإِنْ لَمْ تَقْدِرْ فَرَكْعَتَا الضُّحَى تُجْزِئُ عَنْكَ »

“Dari Buraidah, beliau mengatakan bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Manusia memiliki 360 persendian. Setiap persendian itu memiliki kewajiban untuk bersedekah.” Para sahabat pun mengatakan, “Lalu siapa yang mampu bersedekah dengan seluruh persendiannya, wahai Rasulullah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas mengatakan, “Menanam bekas ludah di masjid atau menyingkirkan gangguan dari jalanan. Jika engkau tidak mampu melakukan seperti itu, maka cukup lakukan shalat Dhuha dua raka’at.” (HR. Ahmad 5/354)

Shalat dhuha terdiri dari dua rakaat dengan tanpa batas maksimal jumlah rakaat. Anda boleh melakukannya lebih dari dua rakaat dengan kelipatan dua sesuai dengan kemampuan anda. Ada sebuah dalil yang mengajarkan tentang jumlah rakaat pada shalat duha, yaitu sebagai berikut:

مُعَاذَةُ أَنَّهَا سَأَلَتْ عَائِشَةَ – رضى الله عنها – كَمْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُصَلِّى صَلاَةَ الضُّحَى قَالَتْ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ وَيَزِيدُ مَا شَاءَ.

Mu’adzah pernah menanyakan pada ‘Aisyah –radhiyallahu ‘anha- berapa jumlah raka’at shalat Dhuha yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam? ‘Aisyah menjawab, “Empat raka’at dan beliau tambahkan sesuka beliau.” (HR. Muslim No. 179).

Waktu pengerjaan shalat dhuha yaitu disaat matahari mulai meninggi hingga waktu matahari bergeser ke arah barat. Untuk lebih mudahnya, Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin menjelaskan bahwa waktu pelaksanaan shalat dhuha dapat dihitung sekitar 20 menit setelah terbitnya matahari dan 5 hingga 10 menit sebelum waktu matahari bergeser ke arah barat.

Doa Shalat Dhuha Sesuai Dengan Hadist Shahih Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam

Terdapat satu do’a khusus yang dapat kita baca pada saat kita selesai melaksanakan shalat dhuha. Do’a tersebut tercantum dalam sebuah hadist shahih sebagai berikut:

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selesai shalat Dhuha, beliau mengucapkan,

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمِ

ALLOHUMMAGHFIR-LII WA TUB ‘ALAYYA, INNAKA ANTAT TAWWABUR ROHIIM

Artinya:

Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang (sampai beliau membacanya seratus kali). (HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad, no. 619)

Itulah do’a khusus yang dapat kita amalkan dalam pelaksanaan shalat dhuha. Semoga kita dapat selalu mengamalkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *