AnekaDoa.com

Doa Niat Shalat Idul Fitri dan Tata Cara Pelaksanaannya – Puasa Ramadhan segera pergi dan hari raya akan kita sambut tinggal beberapa waktu lagi. Selain ritual silaturahmi yang khas pada saat lebaran, salah satu ibadah yang tidak pernah ditinggalkan pada saat lebaran adalah menjalankan ibadah shalat Idul Fitri. Nah, dibawah ini adalah rangkaian doa niat shalat Idul Fitri dan tata cara pelaksanaannya.

Shalat ‘Ied termasuk kedalam salah satu bagian daripada syiar Islam. Inipun menjadi anugerah besar yang Allah SWT kirimkan dalam kehidupan, terutama untuk umat Islam. Menurut definisi secara bahasa Ied artinya adalah kembali, yang dimaksud dalam kembali disini adalah dikarenakan satu bulan (Ramadhan) telah berakhir dan kita kembali pada tahun yang baru. Atau hal ini pun bisa dimaknai dengan kembalinya rasa gembira dan suka cita karena datangnya hari tersebut. Baca juga: Doa Masuk dan Keluar Masjid

Doa Niat Shalat Idul Fitri dan Tata Cara Pelaksanaannya

Ada sebagian yang mengatakan bahwa makna kembali pada Ied sebenarnya adalah hari yang suci dan bersih. Sebab pada hari ini ada begitu banyak keutamaan yang Allah SWT curahkan dalam kehidupan umat Islam pada hari ini. Nah, untuk anda yang belum memahami bagaimana doa niat shalat Idul Fitri dan Tata Cara Pelaksanaannya. Maka tak perlu khawatir mari kita simak langsung penjelasannya dibawah ini.

Hukum Shalat Idul Fitri

Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai doa dan tata cara pelaksanaan dari shalat Ied akan lebih baik bila kita memahami bagaimana sih hukum daripada shalat ini sendiri. Dengan demikian, ada pengetahuan mendasar tentang ibadah shalat Ied yang akan dilaksanakan.

Secara syariat Islam, ibadah shalat Idul Fitri hukumnya adalah sunna muakad. Hal ini dikarenakan Rasulullah SAW senantiasa melakukannya setiap datang hari raya. Sementara untuk sebagian ulama dari Imam Doa Niat Shalat Idul Fitri dan Tata Cara Pelaksanaannya berpendapat bahwa ibadah yang satu ini hukumnya adalah fardhu ‘ain. Adapula pendapat dari Imam Ahmad yang mengakatakan bahwa ibadah shalat ini hukumnya adalah fardhu kifayah.

Sementara itu, beberapa orang yang mendapatkan hukum sunnah dari ibadah Shalat Idul Fitri diantaranya adalah beberapa orang seperti mereka yang mukim atau para musafir. Mereka yang merdeka ataupun budak, para laki-laki dan juga perempuan. Rasulullah sendiri menjalankan ibadah shalat Ied dengan lebih awal yakni di tahun ke 2 H dan kemudian dilanjutkan dengan menunaikan ibadah shalat Idul Adha.

Dalil Pelaksanaan Shalat Ied

Sementara itu, penafsiran tentang perkara menunaikan ibadah shalat Idul Fitri ada juga dalam salah satu ayat Al-Quran. Hal ini terdapat dalam bahasan di ayat Alkautsar yang mana berbunyi.

Doa Niat Shalat Idul Fitri dan Tata Cara Pelaksanaannya

Dari ayat inilah ada banyak ahli tafsir berpendapat bahwa yang dimaksud dengan ‘shalat’ pada ayat ini adalah melaksanakan shalat Ied. Ada pendapat yang menyatakan bahwa Shalat Idul Adha lebih utama dibandingkan dengan shalat Idul Fitri. Tafsiran ini sebagaimana disampaikan oleh Imam Ibn Hajar sebab ada nash secara langsung dari Al-Quran.

Sementara itu, pendapat dari Imam Izzuddin bin Abdissalam menyatakan sebaliknya. Ia berpendapat bahwa Shalat Idul Fitri adalah shalat Ied yang jauh lebih utama. Akan tetapi, demikian melihat keduanya tentu adalah orang yang berilmu maka kita sebagai muslim yang baik. Ketika kita punya waktu dan tidak dalam kondisi sakit atau kesusahan untuk pergi ke masjid. Maka tidak ada salahnya menunaikan ibadah yang satu ini.

Waktu Pelaksanaan Shalat Ied

Sementara itu, bagi anda yang belum memahami kapan waktu pelaksanaan shalat Ied dilakukan. Baik itu, shalat Idul Fitri maupun shalat Idul Adha. Shalat ini ditunaikan ketika mulai terbitnya matahari sampai dengan mendekati waktu dzuhur.

Akan tetapi, baiknya ibadah shalat ini ditunaikan ketika mengkhiri waktu hingga ketinggian matahari jaraknnya ukuran tombak. Bila dihitungkan dalam itungan jam maka waktu ini sama dengan 16 menit setelah terbitnya matahari di waktu pagi.

Hal diatas sebagaimana mengikuti Rasulullah dan keluar pendapat dari para ulama seperti Imam Malik. Dimana beliau menyatakan bahwa ini adalah awal waktunya. Dan tentu menyegerakan waktu shalat setelah datang waktunya adalah hal yang baik. Itulah mengapa banyak orang menunaikan ibadah shalat Ied pada saat pagi hari.

Doa Niat Shalat Idul Fitri

Bacaan niat untuk shalat Idul Fitri kali ini terbagi kedalam tiga aturan. Aturan tersebut akan bergantung pada posisi apa ketika anda shalat. Misalkan bagi anda yang mengimami shalat Idul Fitri maka ada tambahan kata إِماَماً yang perlu untuk anda baca. Sementara untuk anda yang menjadi ma’m maka ada tambahan مَأْمُوْماً pada bacaan niat ini.

Nah, untuk memudahkan anda memahami rangkaian doa niat ini maka anda akan dapat menyimaknya dibawah ini hanya untuk anda. Penasaran seperti apa? Inilah dia doa niat shalat Idul Fitri yang penting untuk anda simak dengan baik.

Doa Niat Shalat Idul Fitri dan Tata Cara Pelaksanaannya

Nah, diatas adalah rangkaian doa niat untuk shalat Idul Fitri. Untuk blank page tersebut diisi sesuai dengan posisi apa ketika anda mengisi shalat yang satu ini.

Tata Cara Pelaksanaan Shalat Idul Fitri

Nah, setelah memahami beberapa bacaan doa dan hukum dari ibadah shalat yang satu ini. Maka penting sekali untuk anda memahami seperti apa saja sih tata cara pelaksanaan ibadah yang satu ini. Berikut ini adalah tata caranya.

  1. Ibadah shalat Ied dilaksanakan secara berjamaah dengan jumlah rakaat adalah sebanyak 2 rakaat. Kecuali untuk anda yang sedang berhaji ataupun untuk anda yang tengah berada di Mina. Maka ibadah yang satu ini disunnahkan meski tidak berjamaah. Bahkan dalam salah satu hadits menyebutkan bahwa hukum shalat berjamaan Idul Fitri untuk mereka yang sedang berhaji adalah khilaful aula.
  2. Membaca niat. Bacaan niat yang sudah kita berikan diatas akan dapat anda baca. Usahakan baca niat sesuai dengan posisi apakah ketika anda menunaikan ibadah yang satu ini. Apakah imam, ma’mum atau sebagai jamaah.
  3. Takbir dirakaat pertama dilakukan sebanyak 7x selain dari takbiratul ihram. Dan 5 takbir pada rakaat kedua selain dari takbir berdiri usai sujud.
  4. Mengeraskan bacaan takbir, baik untuk imam, ma’mum ataupun jamaah yang ikut melaksanakan ibadah yang satu ini.
  5. Bacaan setelah Al-Fathihah dalam iabdah shalat yang disunnahkan diantaranya adalah bacaan surat Qof pada rakaat yang pertama dan juga surat Al-Qomat. Sementara untuk rakaat terkahir membaca surat Al-Ala dan surat Al-Ghosyiyah.
  6. Berkhutbah setelah melaksanakan shalat. Sebagaimana hal ini seperti yang dilakukan pada khutbah Jumat. Sementara itu, bila khutbah dilakukan sebelum shalat maka hukum shalatnya tidaklah Sah.

Doa Masuk dan Keluar Masjid – Islam senantiasa mengatur segala aspek dalam kehidupan manusia dengan baik. Memulai sesuatu dengan ucapan doa dan mengakhiri sesuatu dengan lafalan doa. Selain adab yang diajarkan dengan begitu terperinci, perihal doa pun senantiasa disunnahkan Rasulullah pada banyak kegiatan yang dilakukan sehari-hari. Termasuk dengan masuk dan keluar masjid. Nah, sebagian diantara kita mungkin sudah menguasai doa ini. Namun untuk anda yang belum, maka tak perlu khawatir dibawah ini mari kita simak doa masuk dan keluar masjid.

Masjid adalah tempat ibadah kaum Muslim di seluruh dunia tempat ini seringkali mendapatkan gelar Rumah Allah. Sebab ditempat yang satu inilah segala kegiatan ibadah kaum Muslim berlangsung. Apalagi ketika jaman Rasulullah dan orang-orang terdahulu masjid adalah tempat menyelesaikan masalah. Masalah apapun, mulai dari permasalahan keuangan, masalah politik, permasalahan keluarga dan lain sebagainya. Segalanya diselesaikan di masjid dengan berkonsultasi bersama dengan ahlinya.

Itulah mengapa, masjid seringkali menjadi tempat yang amat penting bagi umat Islam. Tak heran bila disetiap tempat dan daerah tentu kita akan mudah menemukan masjid. Hanya saja, kini fungsinya semakin menyempit. Baca juga: Amalan dan Doa di Malam Lailatur Qadar

Doa Masuk dan Keluar Masjid

Tidak lagi digunakan sebagai tempat berdiskusi hal-hal yang diluar keagamaan. Masjid dewasa ini lebih difungsikan untuk beribadah dan mendiskusikan hal-hal yang ada kaitannya dengan ibadah. Nah, untuk itulah bagi anda yang sering keluar masuk masjid doa masuk dan keluar masjid dibawah ini penting untuk dipelajari dengan baik.

Doa Masuk Masjid

Sebagaimana telah dibahas diatas bahwa masjid adalah tempat beribadah kaum Muslim. Dengan demikian, tempat ini adalah tempat yang suci. Dengan demikianlah kiat dianjurkan untuk senantiasa melafalkan doa-doa ketika masuk kedalam masjid. Nah, dibawah ini adalah serangkaian doa masuk kedalam masjid yang penting untuk anda simak dengan baik.

Doa Masuk dan Keluar Masjid

Nah, itulah dia rangkaian doa masuk kedalam masjid. Melihat doa yang pendek ini maka tentu akan lebih baik bila rangkaian doa ini dihafalkan dengan baik. Agar demikian anda akan semakin mudah untuk melafalkannya tanpa perlu untuk membuka buku atau melihat internet tiap kali anda hendak membaca rangkaian doa yang satu ini.
Selain itu, tentunya doa yang dihafalkan dengan baik dan selalu diamalkan ketika anda masuk kedalam masjid diharapkan mendapatkan keutamaan dan Allah SWT senantiasa meridhai setiap ibadah yang kita lakukan didalamnya.

Doa Keluar Masjid

Selain pada saat masuk kedalam masjid, rangkaian doa setelah anda selesai beribadah didalamnya pun akan penting untuk diperhatikan dengan baik. Rangkaian ini pun sama dengan doa diatas yang sebaiknya perlu untuk anda hafalkan dengan baik. Sehingga anda akan lebih mudah mengamalkannya setiap kali anda keluar dan masuk kedalam masjid.

Sementara itu, penting untuk diingat bahwa doa ini tak hanya penting dilafalkan ketika anda masuk kedalam masjid yang ukurannya besar. Atau masjid yang sering digunakan orang beramai-ramai untuk shalat.

Akan tetapi, setiap tempat yang sering digunakan untuk menunaikan ibadah shalat lima waktu seperti mushola yang ukurannya lebih kecil daripada masjid. Maka tidak ada salahnya membaca rangkaian doa yang satu ini.

Lantas seperti apa saja sih rangkaian doa tersebut? Mari kita simak informasi menariknya dibawah ini hanya untuk anda.

Doa Masuk dan Keluar Masjid

Nah, itulah dia rangkaian doa keluar dari masjid lengkap bersama latin dan terjemahannya. Semoga anda senantiasa dapat mengamalkan rangkaian doa ini, khususnya untuk para kaum Adam yang seringkali menunaikan ibadah shalat wajib di masjid secara berjamaah.

Adab Ketika Berada di Masjid

Selain rangkaian doa yang penting untuk dilafalkan pada saat keluar atau masuk kedalam masjid. Adapula rangkaian adab yang penting diperhatikan untuk anda yang berada didalam masjid. Hal ini sebagaimana Islam mengajarkan banyak adab yang penting dilakukan dalam kehidupan sehari-hari semata demi mengharap Ridho Allah SWT sebab masjid adalah tempat yang suci.

Berdoa Ketika Pergi ke Masjid

Beroda ketika pergi ke masjid adalah rangkaian dari adab pertama yang penting untuk diperhatikan dengan baik. Hal ini sebagaimana terdapat dalam hadits dari Ibnu Abbas yang menyebutkan bahwa

Doa Masuk dan Keluar Masjid

Segala sesuatu yang dilakukan oleh Rasulullah menjadi sunnah hukumnya dan Allah SWT mencintai hambanya yang senantiasa bersunnah pada Rasulnya. Maka demikian, penting sekali melafalkan doa ketika menuju ke masjid.

Masuk Kedalam Masjid dengan Mendahulukan Kaki Kanan

Mendahulukan kaki kanan pada saat hendak masuk ke masjid adalah bagian dari sunnah Rasulullah. Sebab beliau senantiasa memulai sesuatu yang baik dengan bagian tubuh di kanan. Nah, tidak ada salahnya mencontoh perilaku yang dilakukan oleh Rasulullah agar kita pun senantiasa mendapatkan keutamaan yang didapatkan oleh Rasul.

Tidak Berlari Saat Hendak Shalat

Biasanya seseorang yang hendak menunaikan shalat berjamaah dan sudah iqamah kemudian ia masih berada jauh dari saf jamaah. Maka hendaknya tidak terburu apalagi berlari menuju barisan shalat. Sebaliknya, lakukanlah dengan tenang dan shalatlah dengan khidmat.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam salah satu hadits yang menyebutkan

Doa Masuk dan Keluar Masjid

Berdoa Ketika Keluar dan Masuk Masjid

Sebagaimana telah dijelaskan diatas bahwa berdoa ketika masuk dan keluar masjid adalah rangkaian yang penting untuk dilakukan. Sebab hal ini sebagaimana terdapat dalam salah satu adab ketika masuk kedalam mesjid.
Karena lafalan doa sudah dibahas diatas maka tentunya anda akan senantiasa dapat membaca dan menghafalkannya dengan baik. Agar demikian, semakin mudah untuk anda mengamalkan rangkaian doa yang satu ini.

Disunnahkan Melakukan Tahiyatul Masjib Bila Ada Waktu Senggang

Bagi anda yang memiliki waktu senggang sebelum menuju waktu shalat berjamaah. Maka pertama kali masuk kedalam masjid disunnahkan untuk melakukan Tahiyatul Masjid. Yakni shalat sunnah dua rakaat sebagaimana hal ini disabdakan oleh Rasulullah.

“Apabila seseorang di antara kamu masuk masjid, hendaklah shalat dua rakaat sebelum duduk,” (Muttafaq’alaih).

Maka demikian, daripada mengobrol atau melamun menunggu waktu shalat berjamaah dimulai maka tidak ada salahnya menunaikan sunnah yang satu ini.

Nah, itulah dia diatas rangkaian doa masuk dan keluar masjid yang penting untuk disimak dengan baik. Selain rangkaian doa tentu adab-adab diatas pun penting untuk anda perhatikan dengan baik agar demikian ibadah yang kita lakukan mendapatkan Ridho dan keutamaan dari Allah SWT.

Amalan dan Doa di Malam Lailatur Qadar – Tak terasa ibadah puasa yang kita jalankan sudah masuk ke malam dupa puluh. Yang mana ini artinya, sepuluh hari terakhir akan kita jelang atau yang juga dikenal dengan sebutan malam lailatul qadar. Uniknya, ada begitu banyak keutamaan di malam lailatul qadar dimana malam ini adalah jauh lebih baik dari seribu bulan. Nah, tentu sebagai seorang muslim kita menginginkan mendapatkan keutamaan malam lailatul qadar sebagaimana dengan pahala yang dijanjikan. Nah, dibawah ini adalah amalan dan doa di malam lailatul qadar yang akan dapat anda simak.

Selain menanti hari kemenangan tiba, salah satu keutamaan lain yang tengah ditunggu-tunggu umat muslim pada bulan Ramadhan adalah tibanya malam lailatul qadar. Karena malam-malam ini adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Atau bila dikalkulasikan kedalam hitungan tahun seribu bulan sama dengan 83 tahun. Bayangkan, setiap amalan dan kebaikan yang dilakukan bagi mereka yang mendapatkan keutamaan malam lailatul qadar. Maka mungkin ini sama dengan mereka melakukan amalan shaleh yang tidak terputus selama 83 tahun.

Keutamaan yang banyak ini tentu membuat kita mendamba mendapatkan malam lailatul qadar. Hanya saja, Rasulullah SAW sendiri tidak menjelaskan secara pasti kapan tepatnya datang malam lailatul qadar itu. Hanya saja beliau mengatakan carilah di 10 malam terakhir Ramadhan. Baca juga: Doa Niat Itikaf di Bulan Ramadhan

Amalan dan Doa di Malam Lailatur Qadar

Tujuannya dari perahasiaan ini tidak lain adalah agar umat Muslim senantiasa selalu meningkatkan ibadahnya pada hari-hari terakhir Ramadhan ini. Nah, adapun beberapa amalan dan doa di malam Lailatul Qadar yang akan dapat anda simak sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW diantaranya dapat disimak dibawah ini.

Penjelasan Menurut Imam An-Nawawi

Dalam kitabnya yang diberi nama Al-Adzkar, beliau menerangkan bahwa ada beberapa amalan yang amat dianjurkan dilakukan pada malam-malam terakhir Ramadhan. Tentunya amalan ini diperuntukan bagi mereka yang berharap besar mendapatkan keutamaan dari malam seribu bulan ini.

Amalan dan Doa di Malam Lailatur Qadar

Dari penjelasan diatas bisa ditarik kesimpulan bahwa doa-doa yang penting dipanjatkan selama malam lailatul wadar adalah meminta ampunan dari Allah SWT. Sebab sebaik-baiknya doa yang terkabul adalah ampunan dari Tuhan Sang Pencipta.

Karena bila Allah adil kepada setiap manusia dan tidak ada pengampunan untuk setiap dosa yang dilakukan manusia. Maka mustahil seorang manusia biasa akan dapat masuk kedalam surganya Allah bersama dengan Rasulullah dan orang-orang shaleh terdahulu. Terlebih lagi, hukuman atas dosa-dosa yang dilakukan tentu besar dan maha kejam. Terlebih lagi, sebagai seorang manusia yang sering khilaf maka mungkin ada begitu banyak siksaan yang menanti kita di alam akhirat nanti.

Itulah mengapa memanjatkan doa dengan memohon ampun agar Allah SWT berkenan mengampuni segala dosa-dosa kita selagi kita masih mampu mendapatkan pengampunan. Maka manfaatkan waktu ini dengan baik dan isi malam-malam terakhir di bulan Ramadhan dengan amalan yang shaleh.

Amalan yang Dianjurkan Pada Malam Lailatul Qadar

Selain amalan yang dianjurkan oleh Imam An-Nawawi diatas masih ada banyak amalan shaleh dan doa yang akan senantiasa dapat kita panjatkan mengisi malam-malam terakhir bulan Ramadhan. Beberapa rangkaian tersebut akan dapat anda simak dibawah ini.

Membaca Doa

Sebagaimana diriwayatkan oleh Iman An-Nawawi diatas dalam haditsnya kita bisa menarik kesimpulan bahwa doa berikut ini penting untuk kita panjatkan pada sepuluh hari terakkhir Ramadhan.

Amalan dan Doa di Malam Lailatur Qadar

Doa diatas berisikan memohon ampun kepada Allah SWT atas semua dosa baik yang terasa ataupun tak terasa yang kita lakukan di masa sebelumnya, saat ini dan mungkin dosa yang akan kita lakukan di masa depan. Maka demikian, perbanyaklah membaca rangkaian doa diatas dengan baik.

Membaca Al-Quran

Selain bacaan doa diatas, rangkaian kegiatan dan amalan lain yang dianjurkan dilaksanakan pada malam lailatul qadar adalah membaca Al-Quran. Setelah sekian lama kitab suci ini hanya menghiasi lemari kita. Tidak ada salahnya mulai menyentuhnya dan lafalkan beberapa doa didalamnya.

Tentunya, setiap huruf dan kalimat yang ada di Al-Quran yang kita bacakan insyaallah dicatat sebagai kebaikan dan diganjar pahala yang banyak oleh Allah SWT. Adapun waktu membaca Al-Quran yang terbaik sebenarnya tidak ada spesifikasi terlalu terperinci. Anda bisa membacanya setelah shalat wajib.

Atau mungkin untuk anda yang tidak memiliki waktu senggang maka temukanlah dan sempatkanlah beberapa waktu agar anda bisa mengamalkan amalan shaleh yang satu ini dengan baik. Tak perlu terlalu panjang, cukup satu ayat asalkan membacanya baik dan benar.

Memperbanyak Dzikir

Memperbanyak dzikir adalah salah satu cara paling mudah untuk mendekatkan diri kepada Allah Tuhan Sang Pencipta Alam Semesta. Maka dari itu, manfaatkan waktu malam lailatul qadar ini dengan senantiasa memperbanyak dzikir dan beristigfar.

Amalan yang satu ini pun akan dapat menjadi alternative amalan yang baik yang bisa dilakukan oleh para kaum Hawa yang mendambakan mendapatkan keutamaan malam lailatul qadar namun sedang berhalangan. Perbanyak kalimat-kalimat istighfar dimana anda berada dan kapanpun itu.

Beritikaf di Masjid

Menurut para ahli, itikaf berarti berdiam diri didalam masjid dengan mengamalkan amalan-amalan yang baik. Meski bukan ibadah yang wajib namun beritikaf adalah ibadah sunnah yang sering dilakukan oleh Rasulullah semasa hidupnya. Bahkan menurut salah satu narasi mengatakan bahwa di tahun kematiannya, biasanya pada bulan beliau senantiasa melakukan itikaf di masjid di sepuluh malam terakhir.

Namun menjelang kepergiannya, Rasulullah melaksanakan itikaf pada dua puluh hari terakhir di bulan Ramadhan. Bahkan setelah Rasulullah kembali kepangkuan Allah, ibadah sunnah ini kemudian dilanjutkan oleh para istri-istrinya.

Hal ini tentu menjelaskan bahwa itikaf meskipun bukan ibadah yang wajib namun memiliki keutamaan yang banyak sehingga diteruskan oleh para istrinya sepeninggalan beliau. Adapun beberapa amalan yang bisa dilakukan selama itikaf adalah amalan apa saja yang baik, termasuk membaca buku-buku tentang Islam dan masih banyak lagi.

Memperbanyak Bersedekah

Sama halnya seperti dziki, bersedekah adalah alaman alternative yang bisa dilakukan oleh mereka para wanita yang sedang berhalangan melaksanakan ibadah seperti biasanya. Memperbanyak sedekah tentu menjadi bagian dari amalan shaleh yang penting untuk dilakukan.

Apalagi selama bulan Ramadhan pahala yang didapatkan dari amalan shaleh tentu lebih banyak dan lebih berlipat ganda dibandingkan dengan bulan-bulan yang lainnya. Amalan sedekah bisa dilakukan dalam bentuk apapun. Bisa membantu orang lain yang kesusahan, atau mungkin yang banyak dilakukan saat ini adalah berbagi makanan buka puasa kepada mereka yang tidak mampu.

Nah, demikianlah beberapa rangkaian amalan dan doa di malam lailatul qadar semoga bermanfaat dan bisa menjadi referensi tentang amalan baik apa saja yang dianjurkan dilakukan demi mendapatkan keutamaan malam lailatul qadar di Ramadhan kali ini.

Doa Niat Itikaf di Bulan Ramadhan – Bulan Ramadhan adalah bulan yang berkah, bulan dimana amal kebaikan diganjar dengan pahala berlipat ganda. Nah, bagi seorang muslim itikaf menjadi hal yang dianjurkan dalam rangka mendapatkan pahala yang sebesar-besarnya dibulan yang satu ini. Bagi anda yang hendak melaksanakan itikaf di bulan Ramadhan maka mari simak doa niat itikaf di bulan Ramadhan dibawah ini.

Itikaf secara bahasa diartikan sebagai berdiam diri dan menetap dalam sesuatu. Namun secara istilah dikalangan para ulama memang mendapatkan perbedaan yang cukup banyak.

Ada yang mengatakan dari Ulama’ Hanafi bahwa Itikaf diartikan sebagai berdiam diri di masjid dimana istilah ini bisa dipakai untuk melaksanakan ibadah shalat berjama’ah. Sementara menurut Ulama’ Syafi’i mengartikan bahwa Itikaf adalah berdiam diri di masjid dengan melaksanakan berbagai amalan tertentu semata-mata dengan niat hanya karena Allah SWT.

Allah menjanjikan pahala bagi mereka yang senantiasa melaksanakan kebaikan dan amal shaleh. Termasuk dengan itikaf ini, apalagi bila dilaksanakan pada bulan Ramadhan. Baca juga: Doa Buka Puasa yang Shahih

Doa Niat Itikaf di Bulan Ramadhan

Nah, untuk anda yang hendak menjalani itikaf pada bulan Ramadhan, khususnya di malam Lailatul Qodar nanti maka mari simak beberapa rangkaian doa niat itikaf di bulan Ramadhan dibawah ini.

Ayat Al-Quran yang Mengisyaratkan Tentang Itikaf

Isyarat mengenai itikaf atau berdiam diri di masjid rupanya disinggung juga dalam Al-Quran tentang penjelasan yang satu ini. Tepatnya ada pada Q.S.: Al-Baqarah ayat ke 187. Dimana didalamnya disebutkan bahwa itikaf didalam masjid adalah hal yang dijelaskan oleh kitab kaum muslimin.

Nah, untuk anda yang penasaran seperti apa isi dari ayat tersebut. Maka tak perlu khawatir anda akan dapat menyimaknya dibawah ini. Seperti apa rangkaian penjelasan tersebut? Mari simak dibawah ini.

Doa Niat Itikaf di Bulan Ramadhan

Nah, itulah dia sedikit penjabaran yang ada didalam Al-Quran yang menyinggung tentang masalah itikaf. Sebagaimana kita ketahui bahwa amalan shaleh yang dilakukan di bulan Ramadhan senantiasa dibukakan pintu Rahmat dan pahala oleh Allah SWT. Maka dari itu, tidak ada salahnya untuk kita semua menyempatkan diri ketika mengisi waktu senggang dengan hal-hal yang bermanfaat.

Hadits yang Mengisyaratkan Tentang Itikaf

Selain itu, untuk membantu rujukan tentang itikaf di masjid, didalam hadits pun dijelaskan masalah tentang amalan shaleh yang satu ini. Hal ini sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah semenjak ia datang ke Madinah sampai dengan beliau wafat.

Tak berhenti disana kebiasaan mengerjakan amalan shaleh ini pun kemudian dilanjutkna oleh para isteri beliau sepeninggalan Rasulullah. Lantas seperti apa saja isi dari hadits tersebut? Mari simak dibawah ini informasinya hanya untuk anda.

Doa Niat Itikaf di Bulan Ramadhan

Nah, demikianlah hadits yang menerangkan mengenai itikaf di masjid. Tentunya, mengerjakan amalan shaleh pada saat waktu senggang di bulan Ramadhan akan jauh lebih baik daripada mengisinya dengan hal-hal yang tidak bermanfaat.

Adapun beberapa amalan yang dianjurkan dilaksanakan di masjid pada saat itikaf adalah membaca al-quran, tadarus atau melaksanakan majelis ta’lim. Amalan shaleh ini adalah serangkaian kegiatan yang penting mengisi ibadah Ramadhan kita.

Doa Niat Itikaf

Nah, setelah mengetahui dan menyimak tentang penjelasan Al-Quran dan Hadits diatas tentang masalah itikaf. Maka penting sekali bagi anda mengetahui bacaan niat melaksanakan amalan shaleh ini di bulan Ramadhan. Sebenarnya, ucapan niat bisa disampaikan dengan bahasa sendiri.

Akan tetapi, supaya terasa lebih afdol maka anda akan dapat membaca rangkaian doa niat itikaf bulan Ramadhan dibawah ini. Penasaran seperti apa? Mari simak informasinya hanya untuk anda.

Doa Niat Itikaf di Bulan Ramadhan

Doa Niat Itikaf di Bulan Ramadhan

Nah, itulah dia rangkaian doa niat itikaf di bulan Ramadhan. Baiknya bacaan doa niat diatas dibaca dan dihafalkan dengan baik. Agar demikian, nantinya anda tidak perlu kerepotan membuka ponsel dan searching doa ini setiap anda akan melaksanakan itikaf di masjid.

Mengenai Waktu Pelaksanaan Itikaf

Pada dasarnya itikaf adalah amalan yang sangat dianjurkan apalagi dilakukan pada bulan Ramadhan. Hanya saja, mengenai waktu pelaksanaan itikaf ini terdapat perbedaan dikalangan para ulama.

Apakah itikaf ini dilakukan selama 24 jam atau seharian penuh dengan tidak pulang ke rumah sama sekali atau itikaf tersebut bolah dilaksanakan pada beberapa waktu tertentu dan waktu pelaksanannya hanya sebentar saja.

Ulama Hanafi berpendapat bahwa itikaf dapat dilalukan pada beberapa waktu tertentu di hari-hari di bulan Ramadhan. Dan durasinya pun hanya sebenar saja serta tidak ditentukan batasa waktu tertentu mengenai lamanya.

Sedangkan menurut Ulama’ Maliki berpendapat bahwa itikaf ini dilakukan dalam waktu satu malam satu hari.

Nah, melihat pendapat dua ulama ini kita mungkin bisa menyimpulkan bahwa itikaf bisa dilakukan selama beberapa saat seperti 1 atau hanya 2 jam atau mungkin untuk mereka yang mampu maka mereka bisa melaksanakannya selama 1 hari penuh.

Amalan yang Bisa Dilakukan Saat Itikaf

Banyak diantara kita mungkin betranya-tanya ketika hendak menghabiskan waktu yang cukup lama di masjid. Baiknya amalan itikaf apa yang perlu dilakukan? Nah, untuk menjuawab pertanyaan semacam ini maka mari kita simak beberapa informasinya dibawah ini.

Shalat Sunnah

Amalan shaleh pertama yang akan dapat dilakukan selama melaksanakan itikaf di masjid adalah dengan menunaikan ibadah shalat sunnah. Waktu yang lama yang dihabiskan didalam masjid mungkin membuat seseorang yang beritikaf terselang dengan shalat lima waktu.

Nah, manfaatkan waktu ini untuk menunaikan ibadah shalat sunnahnya untuk melengkapi amalan shaleh anda. Selain itu, shalat sunnah tahiyatul masjid bisa menjadi rangkaian amalan shaleh yang bisa dikerjakan.

Tadarus Quran

Bila memang didalam masjid ada banyak orang yang juga melaksanakan itikaf maka anda bisa mengisinya dengan melaksanakan tadarus quran bersama-sama. Atau bila anda memang hanya seorang diri maka membaca al-quran sendiri bisa dilakukan.

Dzikrullah dan Berdoa Kepada Allah

Selain beberapa ibadah diatas, amalan lain yang juga dapat anda kerjakan adalah berdoa kepada Allah dan mengisi dengan berdzikir. Allah senang kepada umatnya yang senantiasa mengikat dan mengagung-agungkan namanya. Apalagi ketika pahala dan ganjaran yang didapatkan berlimpah ruah maka tentu ini akan sangat baik untuk dikerjakan di bulan Ramadhan.

Nah, itulah dia beberapa rangkaian mengenai doa niat itikaf di masjid di bulan Ramadhan. Semoga bermanfaat dan membantu amalan shaleh di bulan yang penuh berkah ini.

Doa Buka Puasa yang Shahih – Masyur tak selama menjadi jaminan. Seperti itulah yang terjadi di masayarakat saat ini ketika melafalkan doa buka puasa yang belum tentu derajat dari doa tersebut shahih. Akan tetapi, tentunya terkabulnya sebuah doa dan ditetapkannya sebuah pahala hanya Allah SWT yang Maha mengatur semua ini. Namun tidak ada salahnya bila kita belajar memperbaiki diri menjadi lebih baik, termasuk dengan lafadz doa yang dibaca sewaktu berbuka puasa.

Ramadhan telah tiba, artinya semua umat Muslim di seluruh dunia tengah melaksanakan ibadah puasa. Ibadah puasa adalah sebuah ibadah yang mewajibkan seorang muslim untuk tidak menyantap makan dan minum pada siang hari. Tepatnya mulai dari berkumandangnya waktu adzan subuh dan berakhir pada maghrib.

Ada banyak keutamaan puasa yang bisa didapatkan, selain pahala yang melimpah ruah yang Allah SWT berikan pada waktu puasa. Keutamaan berpuasa selain menahan lapar dan haus, juga kita belajar tentang bagaimana menjadi seseorang yang lebih sabar. Menahan amarah dan selalu berperasangka yang baik terhadap orang lain adalah ibadah penting yang dijalani selama bulan puasa.

Doa Buka Puasa yang Shahih

Nah, ketika berbuka puasa pada petang hari selama ini masyarakat mungkin mengenal bacaan doa berbuka dengan lafadz doa ‘Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthortu-ed’. Yang artinya ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Akan tetapi, ternyata ada doa yang lebih shahih derajatnya. Untuk lebih jelasnya mari kita simak informasinya dibawah ini.

Lafadz Doa Pertama

Doa yang pertama ini adalah rangkaian doa buka puasa yang mungkin selama ini kita gunakan. Bahkan tidak sedikit ibu yang mengajarkannya pada buah hati mereka dan diwariskan secara turun temurun. Doa tersebut adalah:

Doa Buka Puasa yang Shahih

Hadits yang Menjelaskan Doa Lafadz Pertama

Doa ini adalah bagian dari sebuah hadits dengan narasi berikut :

Doa Buka Puasa yang Shahih

Hadits ini periwayatnya adalah Abu Daud, doa yang selama ini kita gunakan ini derajatnya daif atau lemah. Hal ini dijelaskan oleh Syekh al-Albani dalam Shahih wa Dhaif Sunan Abi Daud.

Adapun penjelasan tentang masalah ini terdapat dalam kitab Tahdzirul Khalan min Riwayatil Hadits hawla Ramadhan. Didalamnya beliau menuturkan bahwa hadits tersebut diriawayatkan oleh Abu Daud dalam Sunannya (2/316, no. 358).

Abu Daud menjelaskan dalam hadits tersebut bahwa ‘Musaddad telah menyebutkan kepada kami, Hasyim telah menyebutkan kepada kami dari Hushain, dari Mu’adz bin Zuhrah, bahwasanya dia menyampaikan:

Doa Buka Puasa yang Shahih

Dalam hal tersebut disebutkan bahwa Muadz dianggap sebagai perawi yang tidak tsiqah. Kecuali oleh Ibnu Hibban yang telah menyebutkan tentangnya dalam Ats-Tsiqat dan juga dalam At-Tabi’in min Ar-Rawah. Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa Ibnu Hibban dikenal oleh para ulama sebagai orang yang mutasahil, atau berarti orang yang bermudah-mudahan dan menshahikan sebuah hadits-ed.

Sementara itu, keterangan lainnya pn menyebutkan bahwa Muadz adalah seorang tabi’in. Sehingga demikian hadits ini adalah hadits yang mursal. Hadits mursal aalah hadits yang dhaif sebab sanadnya yang terputus. Pendapat ini pun diperkuat oleh Syaikh Al Albani bahwa hadits tentang bacaan buka puasa tersebut derajatnnya adalah dhaif.

Doa Buka Puasa yang Shahih

Sebagian orang mungkin banyak yang tidak mengetahui hukum dari hadits sebab mereka menganggap bahwa ada porsi yang lebih perlu untuk menganalisa masalah yang satu ini. Akan tetapi, setelah mengetahui masalah yang satu ini dengan jelas maka penting sekali untuk kita membenahi sesuatu pada hal yang lebih baik. Termasuk dengan bacaan doa buka puasa yang shahih yang penting untuk anda gunakan.

Lalu seperti apakah lafdz doa buka puasa yang shahih? Nah, anda akan dapat menyimaknya dibawah ini dengan mudah dan sederhana.

Doa Buka Puasa yang Shahih

Hadits yang Menjelaskan Doa Buka Puasa yang Shahih

Salah satu periwayat dari doa buka puasa ini adalah Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma. Pada awal hadits ada sebuah redaksi yang menyatakan bahwa “Abdullah bin Umar berkata, ‘Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka puasa, beliau mengucapkan ….‘”

Akan tetapi, penting dipahami dengan baik bahwa yang dimaksud dengan إذا أفطر maksudnya adalah setelah makan atau menenggak minuman. Hal ini tentu menandakan bahwa seseorang sudah membatalkan puasa pada waktunya.

Jadi demikian, doa ini tidak dibaca sebelum makan sebagaimana anda mengucapkan kalimat Allahuma Bariklana (doa buka puasa lama). Akan tetapi, doa ini diucapkan setelah anda minum atau usai membatalkan puasa anda.

Sementara itu, membaca doa sebelum makan pun penting anda ucapkan demi mendapatkan keberkahan dari makanan dan minuman yang anda nikmati. Untuk itulah, sebelum membatalkan puasa pada waktunya anda cukup mengucapkan basmallah saja.

Adab Ketika Berbuka Puasa

Nah, setelah mengetahui rangkaian doa buka puasa yang shahih penting juga bagi kaum muslimin untuk memahami dengan baik adab seperti apa yang penting untuk diperhatikan saat berbuka puasa. Memperhatikan adab diharapkan membuat ibadah puasa kita berkah serta makanan dan minuman yang kita santap pun memberikan berkah dari Allah SWT.

Mengawali Buka dengan Segelas Air

Pada saat berbuka puasa hendaknya mengawali batalan puasa dengan air putih. Hal ini berkaitan dengan kesehatan sebab selama puasa tubuh kehilangan banyak cairan dan kekurangan cairan akan mungkin membuat tubuh tidak terhidrasi dengan baik. Akibatnya, tubuh lemah dan pusing seringkali dirasakan oleh mereka yang berpuasa.

Nah, untuk itulah, jangan jadikan hal ini sebagai hambatan selama anda puasa. Maka dari itu, jaga kesehatan anda dengan terlebih dahulu mengasup tubuh dengan cairan. Selain itu, mengawali minum air memberikan sinyal untuk tubuh bahwa kita akan mulai mengkonsumsi makanan.

Lanjutkan dengan yang Manis-Manis

Sama halnya dengan mengkonsumsi air mineral, makanan atau kudapan yang manis alami akan memberikan anda tenaga karena tubuh yang lemas setelah seharian menjalani aktivitas berpuasa. Islam menganjurkan kurma sebagai santapan manis sebagaimana hal ini disunnahkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Dahulukan Shalat Maghrib

Alangkah lebih baik untuk kita mendahulukan ibadah shalat Maghrib setelah membatalkan puasa dengan dua santapan diatas. Sebab menunda shalat setelah makan dan menyantap hidangan lainnya bisa mungkin membuat perut kekenyangan. Dan bila sudah kekenyangan umumnya shalat pun terasa begitu malas sebab perut yang begah. Hal ini akan tentu membuat ibadah menjadi tidak khusuk.

Jangan Makanan Berlebihan

Hanya karena tidak makan seharian bukan berarti buka puasa dijadikan sebagai ajang ‘balas dendam’ sehingga anda mengkonsumsi banyak makanan dan memasukan segala hal yang anda inginkan kedalam mulut anda. Pada dasarnya segala sesuatu yang berlebihan tidaklah baik. Termasuk dengan makan dan minum berlebihan pada waktu buka puasa.